Sabtu, 18 September 2021

Pengertian, Jenis-jenis, Instrumen, dan Tujuan Kebijakan Moneter

Adanya perubahan keuangan yang sering kali terjadi, hal ini mempengaruhi berbagai faktor yang mengakibatkan suatu negara mengatur perubahan tersebut dengan suatu kebijakan. Dibutuhkan kestabilan finansial pada setiap negara untuk menjaga harga, inflasi serta output agar tetap stabil.

Hal ini bisa dicapai apabila otoritas moneter yaitu Bank sentral mengeluarkan suatu kebijakan untuk membuat keuangan negara lebih terkendali. Dengan ketersediaan uang, distribusi, kesempatan kerja serta laju inflasi yang terkendali.


Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah suatu proses mengatur kestabilan atau persediaan keuangan suatu negara agar tercapainya tujuan tertentu seperti menghambat inflasi, mencapai pekerjaan penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan pengaturan standar bunga pinjaman, “margin requirement“, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.


Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Pendapat Para Ahli

Berikut ini adalah empat pengertian kebijakan moneter menurut para ahli:

  1. Muana Nanga: Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dengan mengendalikan jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat dan mengurangi ketidakstabilan ekonomi.
  2. Boediono Moneter : Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah melalui Bank Sentral untuk mempengaruhi dalam situasi makro yang dilaksanakan yaitu dengan menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan penawaran barang sehingga inflasi dapat dikendalikan, tercapainya kesempatan kerja penuh dan kelancaran suplai atau distribusi barang. 
  3. M. Natsir : Yang dimaksud dengan monetary policy adalah segala tindakan atau upaya bank sentral untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter (uang beredar, nilai tukar, suku bunga, dan suku bunga kredit) untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
  4. Perry Warjiyo : Kebijakan moneter adalah kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk agregat moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan memperhatikan siklus aktivitas ekonomi, sifat ekonomi suatu negara dan faktor ekonomi fundamental lainnya.


Jenis-jenis Kebijakan Moneter

  1. KebijakanMoneter Ekspansif

Kebijakan Moneter Ekspansif sering disebut kebijakan uang Longgar (easy money policy) ialah kebijakan yang mengatur jumlah uang yang dipasok dalam perekonomian. Ini dilakukan dengan cara menurunkan jumlah suku bunga di bank, menurunkan persyaratan cadangan bank, dan membeli sirkuit pemerintah. 

Secara keseluruhan di seluruh negara, tujuan kebijakan moneter ekspansif adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan risiko inflasi akan semakin tinggi. Kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive policy) utamanya melakukan penambahan uang yang beredar dalam masyarakat agar roda perekonomian semakin berjalan cepat. Kebijakan ini mampu meningkatkan daya beli (permintaan) masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif juga mempengaruhi tingkat pengangguran di suatu negara.


2. Kebijakan Moneter Kontraktif

Kebijakan Moneter Kontraktif atau Monetary Contractive Policy merupakan kebijakan pemerintah yang diluncurkan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Hal ini berbanding terbalik dengan kebijakan moneter ekspansif yang justru menambah peredaran uang. Pengurangan peredaran jumlah uang ini juga dikenal dengan politik uang ketat (Tight Money Policy).

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menurunkan tingkat inflasi yang dialami oleh Negara. Pemerintah melakukan beberapa cara dalam penerapan kebijakan ini seperti meningkatkan jumlah suku bunga bank, melakukan penjualan obligasi atau surat berharga pemerintah dan meningkatkan persyaratan cadang bank juga termasuk cara mengurangi peredaran uang.


Instrumen  kebijakan moneter

Dalam penerapannya, agar kebijakan ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran, pemerintah melakukan beberapa langkah instrumen. Beberapa instrumen yang digunakan Bank Sentral sebagai otoritas moneter dalam menerapkan kebijakan moneter adalah sebagai berikut.


a. Open Marketing Operation Instrument

Instrumen yang digunakan pemerintah dalam mencapai ekonomi moneter yang tepat adalah dengan melakukan operasi pasar terbuka. Instrumen ini merupakan usaha pemerintah dalam mengendalikan peredaran uang  dengan jalan melakukan penjualan atau pembelian terhadap government securities atau surat berharga pemerintah. 

Jika ingin menambah peredaran jumlah uang, pemerintah akan membeli government securities yang beredar di pasar. Dengan kata lain, pemerintah menambah jumlah uang yang beredar di pasaran dengan pembayaran terhadap surat berharga tersebut. 

Namun, jika ingin peredaran uang berkurang, pemerintah justru akan melakukan hal sebaliknya yakni menjual government securities (SBI dan SBPU) tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian, uang yang ada di pasar akan diserap sehingga jumlahnya akan berkurang. 


b. Fasilitas Diskonto

Discount Rate adalah upaya pemerintah dalam mengatur tingkat suku bunga yang ada pada bank sentral maupun bank umum untuk mengatur peredaran rupiah. Penurunan suku bunga pada bank sentral merupakan usaha pemerintah menambah peredaran rupiah dalam Negara. Sebaliknya, jika pemerintah ingin mengurangi  peredaran rupiah maka menaikkan suku bunga adalah jalan yang harus ditempuh.


c. Suku Cadangan Wajib

Reserve Requirement Ratio adalah cara mengatur, baik menaikkan atau menurunkan jumlah suku cadang yang ada pada pengatur kebijakan. Menurunkan rasio cadangan wajib yang diberlakukan di bank merupakan usaha pemerintah meningkatkan peredaran rupiah. Hal ini berlaku sebaliknya saat pemerintah ingin menurunkan peredaran rupiah.


d. Himbauan Moral

Moral Persuasion adalah kebijakan oleh pemerintah  untuk mengatur peredaran jumlah uang di masyarakat melalui pemberian himbauan kepada pihak terkait. Himbauan ini seperti menghimbau pihak bank untuk selektif dalam mengeluarkan kredit untuk menekan peredaran jumlah uang. Hal ini juga berupa himbauan kepada bank melakukan pinjaman uang dalam jumlah besar ke bank sentral untuk memperbanyak peredaran rupiah. 


e. Kebijakan Kredit Selektif

Terakhir ada kebijakan kredit selektif yang juga diberlakukan Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Bank Sentral memiliki kebijakan untuk menentukan jenis pinjaman yang boleh atau tidak, serta pinjaman yang perlu ditambah atau dikurangi.


Tujuan Kebijakan Moneter

Bank Indonesia memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating).

Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.


Sumber acuan : 

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-ekonomi-moneter/

https://www.google.com/amp/s/www.gramedia.com/literasi/kebijakan-moneter/amp/


Kebijakan Moneter

 BI: Kebijakan moneter pada 2022 akan fokus kepada stabilitas Bank Indonesia (BI) akan mengarahkan kebijakan moneter pada 2022 kepada stabil...